Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan literasi serta pemberdayaan masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan melaksanakan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui akses informasi dan pengetahuan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu (23/4) bertempat di Gedung Layanan Perpustakaan Daerah dan dihadiri oleh perwakilan perangkat daerah, komunitas literasi, serta masyarakat umum.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dalam sambutannya menyampaikan bahwa perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat kegiatan masyarakat yang inklusif dan berdaya guna.
âMelalui program ini, perpustakaan diharapkan mampu menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk belajar, berbagi keterampilan, serta mengembangkan potensi ekonomi kreatif,â ujarnya.
Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial mencakup berbagai kegiatan, antara lain pelatihan keterampilan, pendampingan usaha mikro, diskusi literasi, serta penyediaan akses informasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga mendorong optimalisasi peran perpustakaan desa dan kelurahan sebagai ujung tombak pelayanan literasi di tingkat lokal.
Pemerintah Daerah berharap program ini dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat budaya literasi secara berkelanjutan.